
gaya gokiiiill :D

gaya gokiiiill :D

This is Me and My Beloved Daddy :*
Mungkin Ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan kita, tapi apakah kita tahu, jika ternyata Ayah yang mengingatkan Ibu untuk menelpon kita….?
Waktu kecil, Ibu yang sering mdongeng, tapi taukah kita bahwa sepulang Ayah bekerja, beliau selalu menanyakan pada ibu, apa yang kita lakukan
Saat kita sakit batuk atau pilek, Ayah kadang membentak “sudah dibilang! jgn minum es!” atau “sudah dibilang! jangan jajan sembarangan!” Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya ayah sangat khawatir tentang keadaan kita.
Ketika remaja, kita menuntut untuk dapat izin keluar malam, Ayah dengan tegas berkata “tidak boleh!”, Sadarkah kita bahwa ayah hanya ingin menjaga kita…?
Ayah kadang dianggap terlalu banyak aturan, karena bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga dan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga.
Kadang kita memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan Ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.
Ketika kita dewasa dan harus kuliah di kota lain, Ayah harus melepaskan kita.. Tahukah kita bahwa badan ayah terasa kaku untuk memeluk kita, padahal beliau ingin menangis
Di saat kita memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliah kita, Ayah hanya mengerutkan dahi, tapi tanpa menolak, beliau berusaha memenuhinya.
Saat kita di wisuda, Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untuk kita.. Ayah akan tersenyum dan bangga.
Sampai ketika kita mulai punya pacar atau calon istri atau suami, Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin, seringkali lewat Ibu.
Dan akhirnya.. Saat Ayah melihat kita duduk di pelaminan bersama seorang yang dianggapnya cocok, Ayahpun lega & tesenyum bahagia bersama Ibu.
Apa kita tahu, bahwa Ayah sempat pergi ke belakang pelaminan dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat lega, bahagia, tapi tetap khawatir.
Aku mau senyum kamu di tiap esok yang aku punya.
Aku mau tawa kamu di tiap waktu yang kumiliki.
Aku mau mata kamu di tiap hebat yang kulakukan.
Aku mau suara kamu di tiap sunyi yang kuhadapi.
Aku mau tubuh kamu di tiap indah yang kusiapkan.
Aku mau hati kamu di tiap aku tanya hatiku.
Aku cukup ingin tau
Kamu masih cinta aku
Itu cukup
namun aku masih terbangun merindumu, entah.
aku mulai bertanya ‘kapan?’ dan berpikir untuk pergi.
(via zarryhendrik)

(Source: staypozitive, via syazwanasyahira)
(Source: her0inchic, via syazwanasyahira)
ABOUT
Following
search